Friday, July 8, 2011

Pasrahnya hati ini.............

Sudah lama saya tidak bercerita.......kadang-kadang saya bertanyakan kepada diri saya...adakah saya masih mahu ber'blog'ging...ternyata hati saya masih sangat ingin menulis tetapi cuma masa sahaja yang kadang-kadang tidak begitu mengizinkan. Pernah juga rakan-rakan se'blog' menanyakan kepada saya..."masih sibuk..?" dan saya hanya mampu memberikan jawapan yang yang membuat saya mengeluh sendiri. "Ya"......'saya memang agak sibuk'...

Tetapi saya ingin sungguh bercerita malam ini.........hati saya pasrah..................
Hari ini sewaktu saya menunggu makanan tiba di meja, saya terpandang kesatu arah. Saya ternampak mereka lagi. Ingin sangat saya mengambil gambar mereka, tetapi adalah agak janggal sekiranya saya berbuat begitu dikhayalak ramai. Meja-meja disekeliling saya penuh dengan pelanggan -pelanggan yang datang makan nasi ayam dan char sau. Mungkin ada diantara anda yang pernah terserempak dengan mereka.

Satu pasangan tua berbangsa cina, mereka menjaja akar-akar kayu di kawasan Foh Sang. Orang yang lalu lalang begitu sibuk mengejar urusan masing-masing dan seakan tidak perasan akan kehadiran mereka. Dunia dalam keduniaannya sendiri. Saya memerhatikan mereka dari tempat duduk saya.

Si lelaki tua mengambil kain sambil mengelap keringat..dia duduk di tangga berhampiran. Dan kemudian itu, pasangannya, meminta dihulurkan botol air...saya nampak ditangannya ada tempelan 'koyok' dan airmuka mereka...kepenatan...tapi tidak mudah putus asa.

Pernah suatu ketika saya didatangi mereka " ..cik, belilah dari kami.." katanya merayu. Serba salah terus saya rasa kerana dihati saya ingin sangat membantu mereka.

"..saya tidak tahu akar-akar kayu ini untuk apa..." kata saya kepada mereka.
Memang sejujurnya, saya tidak tahu untuk apa akar-akar kayu itu. Mungkin juga ubatan tradisional...

Akar-akar kayu yang dibungkus dalam plastik, dan disimpan dalam raga rosak yang hanya diikat sambung dengan tali rafia, dan...wajah tua mereka mengingatkan saya kepada mama dan papa yang tua di kampung. Sebak terus saya rasa.

Dunia semakin tua...begitu juga kita...........dan hati saya semakin pasrah....

8 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

kasihan ya, mereka sudah tua masih harus kerja keras seperti itu

honeylizious said...

ya ampun kasihan banget ya?

HoneyBUZZin said...

Honey to Fanny - Ya benar Fanny...bukan sahaja mereka...ada juga yang lain-lain..terutama di pasar-pasar...
Bukan semua orang hidupnya senang lenang. Punyai mobil yang bagus...
kerja kantor...
I am grateful...

HoneyBUZZin said...

Honey to Honeylizious - Hi there! ya...saya turut simpati sama mereka...
Makasih ya sebab sudi mampir..

Bambangan @ Ony said...

saya dapat bayangkan kepayahan dua org tua melalui cerita ini.... mmg kesian oh mereka kan...

p/s jadi ko belilah tu akar kayu? atau ko kasih diorang duit saja?

HoneyBUZZin said...

Honey to Ony - Teda sia beli pun dari derang...bingung sia trus...I saw them at my seating..feel sorry for them..but I also think that they would not want a charity..but rather they are hopeful that I will buy from them. Their age old persona reminds me much of my parents. :(

Alv0808 said...

Honey..saya mudah tersentuh dengan keadaan orang-orang tua dan anak-anak kecil di sekeliling kita. Kehidupan kita yang sibuk ini memaksa kita mempunyai hati yang keras untuk tidak memandang orang lain.

Honey..setiap pagi saya memandu ke tempat kerja dan melintasi kawasan Luyang. saya sering melihat sepasang suami siteri cina yang sudah tua berjalan bersama-sama dan membawa bakul-bakul plastic. Saya pendapat saya, mereka menjual barang-barang makanan yang dibuat sendiri. Mereka sanag tua dan si isteri sering berpaut pada bahu suaminya ynag juga kelihatan tidak berdaya, Pernah sekali saya ingin berhenti dan ingin menyapa mereka, tetapi tidak kesampaian kerana banyak kereta. Sudah beberapa hari saya tidak melihat mereka dan saya sanagt berharap yang mereka sihat. Teringat saya akan keadaan kedua orang tua kita..

HoneyBUZZin said...

Honey to Alv - yes..I can understand that...I felt the same too.